
|

|
 |

 |
 |
| |
Wednesday, October 31, 2007 |
Sebuah Renungan, Teguran, Sekaligus Doa (dari BFN)
Hidup ini ternyata, tidak sekedar mengejar cita-cita pribadi saja Di luar sana masih banyak orang tidak punya rumah Masih banyak orang yg bahkan tidak tahu apakah besok pagi dia masih bisa makan Masih banyak anak-anak yang bahkan tidak tahu sampai kapan mereka akan terus tidur beratapkan langit yang terkadang memuntahkan air dan beralaskan tanah yang keras
Masih banyak mereka yang masa depannya tidak jelas Tapi sayangnya kita sering lupa akan hal itu
Seringkali kita hanya ingat dan berempati hanya saat penderitaan mereka disodorkan depan muka kita. Selebihnya, kita lupa.
Padahal seharusnya kita mencari tahu, mencari fakta-fakta...
Bukan menunggu untuk ditemukan oleh fakta. Tapi sayangnya, kenyataan yang sering terjadi adalah kita hanya menunggu.
Masih banyak mereka yang tidak mandi karena alasan-alasan yang mungkin bagi kita mudah saja, seperti air bersih, sabun, dll. Sedangkan kita pun mungkin secara sadar maupun tidak sering membuang-buang air bersih atau memiliki banyak sabun yang tidak terpakai. Masih banyak mereka yg tidak memiliki baju selain yang menempel di tubuh mereka, sementara kita masih sempat mengeluh ngeluh karena baju kotor yang menumpuk? Ingatlah... itu artinya kita beruntung memiliki banyak baju.
Masih banyak mereka yang tidak memiliki orang tua dan kita terkadang sering menggerutu hanya karena ditegur orang tua? Padahal itu artinya kita beruntung karena masih diizinkan Allah untuk mewujudkan rasa sayang dan membalas kebaikan orang tua kita. Seringkali kita mengeluh dan mengomel karena kelelahan berjalan kaki. Padahal itu artinya kita masih punya kaki dan tubuh yang berfungsi dengan baik.
Apapun yang terjadi.. Seburuk apapun keadaan kita,,cobalah kita pandang dari sudut pandang yang berbeda.... Dan kita akan menemukan dan pada akhirnya mengerti cara Allah menyayangi, mendidik, dan memberi yang terbaik untuk kita
Because we are loved
Tapi kenapa kita sering lupa? Kenapa kita sering tidak berinfaq jika tidak diminta? Kenapa tidak mencari tahu di mana kita bisa berinfak?
Hidup tidak hanya bersemangat berprestasi dalam bidang akademik, organisasi, atau pekerjaan Semua itu bagus sekali namun semangat dan prestasi luar biasa itu tidak ada artinya bila implementasinya sama dengan nol Tidak ada artinya bila ternyata kita sampai lupa dengan orang-orang di luar sana Mereka yang menjadi korban kemerdekaan yang blum merdeka Mereka yang menjadi korban para pejabat yg bagai kacang lupa kulitnya Mereka yang terlupakan, mereka yg dibohongi, mereka yg tertindas, mereka yg terjajah oleh 'kemerdekaan' negeri ini
Bersyukurlah punya banyak makanan Banyak sekali orang yg kelaparan di dunia ini Di Ethiopia , India , Indonesia , atau bahkan mungkin beberapa meter dari tempat kita duudk saat ini Jadi ingatlah.... Jangan sampai kita membiarkan makanan membusuk di kulkas atau menjadi basi di dalam lemari / tudung saji
Mari kita luangkan waktu..,,untuk bersyukur Ya, untuk bersyukur Karena selalu harus ada waktu untuk bersyukur Jangan sampai kita bersikap tidak tahu diri Jangan sampai kita rutin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman namun tidak ingat untuk berterima kasih kepada Allah
Mari kita menghargai setiap waktu yang terlewat karena waktu tidak dapat berputar kembali Bahkan Leonardo Da Vinci pernah menyatakan keheranannya mengenai manusia yangg sering tidur. Ia berpendapat manusia hidup tersebut seperti orang mati saja karena apa bedanya orang yang msh hidup dengan yang sudah meninggal apabila yang hidup juga tidak melakukan apa-apa (baca: sia2)?
Lihat ke negeri Palestina sana Ke negeri para bayi yang terlahir untuk hidup di surga Ke negeri yg para penghuninya waspada setiap saat terhadap pengeboman, penjarahan, pembunuhan, dan segala ketidakadilan yg dilakukan oleh orang2 yg mengatasnamakan perebutan kembali tanah milik mereka Ke negeri yang pedih karena para muslim yg seharusnya bertitel saudara tidak bertindak sepertt saudara (baca: tidak mendukung)
Skali lagi, ingatlah.. Kita harus peka Selalu lihat ke bawah tapi jangan lupa lihat ke atas juga Selalu lihat ke depan tapi sesekali jangan lupa untuk menoleh ke belakang juga In order to be a better person, we can't improve urself only without caring 4 others
bayangkanlah kesepiannya mereka yang tidak memiliki keluarga, mereka yg dimusuhin, dikucilkan, apalagi kesepian dan kepedihan orang-orang yang ditinggal mati kluarganya yang terbunuh di depan mata mereka
Jangan terlalu sedih walaupun kadang orang suka meremehkan kita Di belahan dunia di sebelah mana pun, banyak sekali orang-orang terbuang yg mungkin jauuuuhh lebih tersakiti daripada kita Mereka dianggap hina Mereka dipandang rendah Entah berapa banyak cacian yg sudah mereka dengar Perlakuan kasar yang mereka dapat juga tak terhitung Lihatlah semuanya lebih dekat..dan kita akan sadar betapa sempurnanya hidup kita, paling tidak bagi diri kita sendiri...
bersyukur.... bersyukur dan bersyukur......
Posted at 4:48:51 pm by sharewithme
Permalink
| |
Monday, September 03, 2007 |
Inspirasi Kebangkitan dari para Juara
Lagi putera Indonesia dipilih mewakili Islam
Ustad Indonesia Tampil di A Prayer for America Al-Maidah pun Berkumandang Ramadhan Pohan
Lagi putera Indonesia dipilih mewakili Islam di Amerika tampil dalam acara doa untuk Amerika yang diikuti pemuka Protestan, Katolik, Sikh, Hindu, dan Islam lainnya di stadion terkenal olah raga baseball Yankee Stadium, The Bronx, New York (NY). M Syamsi Ali , MA nama ustad asal Sulawesi Selatan itu. Bagaimana ceritanya sampai Syamsi bisa satu panggung bersama mantan Presiden AS Bill Clinton, Senator Hillary Clinton, Wali Kota New York Rudolph Giuliani, Gubernur New York Robert Pataki, Oprah Winfrey dan selibritis dunia di stadion yang lokasinya dekat reruntuhan gedung kembar 110 tingkat World Trade Center (WTC) itu?
Ramadhan Pohan, New York City
New York City, Minggu 23 September pukul 16.45 atau Senin subuh WIB. Seorang pria bersosok tinggi sedang mengenakan kemeja muslim coklat dan peci coklat muncul di mimbar a Prayer for America di Stadion Yankee, New York City . Sekitar 50 ribu orang memadati stadion kebanggaan di New York yang didirikan pada 1923: tua-muda, dewasa dan anak-anak, laki dan perempuan, kulit putih maupun Blacks, dan pelbagai ras dan bangsa di AS.
Di panggung, persis beberapa meter dari sosok muda itu, tampak selebritis Oprah Winfrey, mantan Presiden Bill Clinton, senator Hillary Clinton, Gubernur Negara Bagian New York George Pataki, Wali Kota New York Rudolph Giuliani, artis Bette Midler, penyanyi country Lee Greenwood dan banyak selebritis New York lainnya. Hadir pula para pemuka agama di Amerika, seperti para tokoh Yahudi, Protestan, Katolik, Sikh, Hindu dan sebagainya.
Pria kelahiran 1967 yang berdiri di mimbar tadi bernama M. Syamsi Ali MA. Syamsi, yang fasih kotbah berbahasa Arab dan Inggris ini, menyebut Bismillahirahmanirr ahim dari bibirnya. Lalu, puluhan ribu publik AS mendengar syahdunya kalimat-kalimat Allah dibacakan Syamsi di luar kepala. Tidak ada suara, kecuali alunan merdu suara pemuda asal Sulawesi tersebut.
Ayat-ayat suci Al Quran yang dikumandangkan Syamsi di depan publik yang mayoritas non-muslim tersebut diambil dari beberapa surat . Pertama, surat Al-Hujurat ayat 13 soal asal-usul manusia, (yaitu Adam dan Hawa), yang lalu dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Tapi, yang termulia adalah yang paling bertakwa.
"Saya bacakan ayat ini untuk menggambarkan bahwa Islam adalah agama yang mengakui persaudaraan umat manusia. Islam tak membenci umat lain. Justru Islam datang untuk mengangkat derajat semua manusia," kata Syamsi, kepada Jawa Pos.
Ayat kedua yang dilafalkan Syamsi di depan Clinton , Giuliani, Pataki dan yang lain adalah surat Al-Maidah ayat 8. Ayat ini memerintahkan orang-orang beriman untuk selalu konsisten dengan kebenaran dan keadilan. Jangan hendaknya kebencian kita terhadap suatu kaum menjadikan kita tidak adil.
Lewat ayat itu, Syamsi ingin berpesan kepada pemerintah George Walker Bush dan pengambil keputusan AS bahwa, jangan sampai karena kebencian yang tertanam, bukan keadilan yang dijunjung. Tapi, pembalasan dendam. Tentu saja ini dikaitkan dengan rumor keinginan AS menggempur negeri-negeri yang dianggap terlibat konspirasi teroris.
"Semoga bacaan ayat ini dapat menyentuh nurani para pengambil keputusan di negeri ini (AS, Red). Jadi, apapun yang dilakukan untuk menumpas para teroris didasarkan pada kebenaran dan keadilan," tuturnya.
Ayat ketiga yang dibacakan Syamsi adalah surat An-Nasr. "Sengaja saya kutipkan ayat ini karena saya yakin, soon or later, kebenaran itu akan berada pada posisi kemenangan," ujar pria yang sering tampil berdakwah di teve-teve AS itu. Jelas ayat-ayat itu punya makna ketika ditujukan dengan doa dan perenungan AS atas Tragedi WTC dan Pentagon 11 September lalu.
Bagaimana ceritanya Syamsi dipilih di acara yang dijadikan pusat perenungan dan doa NY atas tragedi WTC itu? "Tadinya, diminta membawakan doa mewakili umat Islam. Tapi, saya pikir lebih baik membacakan ayat-ayat suci. Ya sekalian dakwah," papar Syamsi.
Seluruh bacaan Syamsi diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh muslimah Amerika. Belakangan diketahui, tampilnya muslimah itu atas permintaan Syamsi. "Dibacakannya artinya oleh muslimah dengan maksud diketahui artinya. Kedua, untuk diketahui bahwa wanita dalam Islam tak selalu ada di belakang pintu," paparnya.
Tampilnya Syamsi dalam event ini-- disiarkan di seluruh jaringan teve utama nasional AS, termasuk CNN-- bukan yang pertama. Sepekan sebelumnya dia juga digandeng Presiden George W. Bush untuk bersama-sama mengunjungi reruntuhan WTC.
Syamsi selama ini memang sudah berhubungan baik dengan wali kota New York . Di setiap acara yang berhubungan dengan Islam, Giuliani kerap menggaet Syamsi. Sebagai dai yang sering khotbah di masjid-masjid besar NY, dia sudah dikenal luas.
Kapan diberitahu tampil di Yankee Stadium? "Saya diberitahu dua hari sebelumnya lewat Imam Izekil Pasha, kepala Kerohaniaan New York Police Department (NYPD)," jelas Syamsi.
Ketika membacakan ayat-ayat Quran di depan khalayak Amerika, wajah Syamsi tampak sendu dan khusuk. Seperti ada airmata yang menggenang di samudera batinnya. "Saya memang agak tersentuh dan luluh. Saya merasa tersentuh, ketika membacakan ayat-ayat tersebut. Saya teringat situasi umat di jagat raya. Hati saya trenyuh. Apalagi, setelah melihat di sekeliling saya, ada pembesar kota New York , dan pembesar semua agama. Ternyata, ayat-ayat Allah cukup menyentuh perasaan banyak kalangan," paparnya.
Mestinya Syamsi bisa kian masygul jika tahu, mungkin, untuk kali pertama dalam sejarah New York, bahkan Amerika, bacaan kalam Ilahi dikumandangkan di tengah-tengah ribuan non-Muslim. Lebih-lebih acara itu disiarkan live oleh berbagai TV nasional maupun internasional. Belum termasuk liputan media massa .
Ada juga pembacaan azan. Panggilan salat itu dikumandangkan seorang muallaf (baru masuk Islam, Red) bernama Abdul Wali. Di New York dia penyanyi profesional. Ada juga ceramah singkat dari Imam Izekil Pasha, yakni imam Masjid Malcom Shahbaz dan juga Ketua Kerohanian (Chaplain) NYPD.
Syamsi, staf lokal di Indonesian Mission untuk PBB (PTRI New York) berkantor di 325 East 38th Street, New York, NY 10016, USA ini, memiliki kebanggaan khusus pula sebagai anak bangsa. "Bagi saya pribadi, itu kehormatan bagi negara dan bangsa kita sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia," katanya dengan vokal rendah.
Yang agak ganjil dari tampilnya Syamsi di depan 50 ribu massa non-muslim ini, stadion Yankee bergemuruh dan tepuk tangan pun membahana setelah usai ayah Maryam ini membacakan ayat-ayat Quran. Ada juga pemandangan lain. Wali Kota NY dan Gubernur NY berdiri dan memeluk Syamsi erat-erat seusai acara.
Posted at 4:15:02 pm by sharewithme
Permalink
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku serta menunjukkan keadaan di surga.

Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja yang penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata,
"Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah, diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian,.... aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang.. lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.
Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini, kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".
Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil.
Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.
"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih",
kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.
"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku.
"Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih".
"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas Rahmat Tuhan?", tanyaku.
"Sederhana sekali",
jawab Malaikat.
"Cukup berkata, 'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN,
Terima kasih, Tuhan' ".
"Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri?", tanyaku.
Malaikat-ku menjawab,
"Jika engkau mempunyai makanan di lemari es,
Pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, Maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.
"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.
"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputermu,
engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.
Juga....
"Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ...
engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat ....
Maka, engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".
"Jika,........
engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian ... M a k a,.... engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di dunia.
"Jika,....
orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ...
Maka,.....
engkau termasuk orang yang sangat jarang.
"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka,.....
engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.
"Jika,...
engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima rahmat ganda yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu, berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih dirahmati
daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu.
Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa dirahmatiNya kita semua.
"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu' ". (QS:Ibrahim (14) :7 )
Ditujukan pada :
Departemen Pernyataan Terima Kasih: "'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, 'ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, Terima kasih, Allah!
Terima kasih, Allah, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi".
Posted at 5:41:09 pm by sharewithme
Permalink
Ada apa dengan malam??
Orang-orang mencibir saat langkahku pasti meninggalkan rumah di malam hari...
Orang-orang sinis dan memandangku aneh saat aku pulang di malam hari...
Orang-orang berbisik, saat aku masih sibuk kerja sampe malam....
Kenapa sih dengan malam?
Apa malam begitu tercela? tapi kenapa?
Apa beda malam dengan siang?
Itu kan hanya masalah nama saja...
Gak boleh aku menikmati malam??
Aku suka malam, apa itu dosa??
Apa salah malam??
Semua yang ada pada malam adalah SALAH
Semua yang terjadi pada malam adalah BURUK
Kenapa???
Kasian malam...
kenapa tak ada yang menyadari kebaikan malam...
Malam memberikan kesejukan,
Malam memberikan kedamaian,
Malam memberikan ketenangan,
Malam memberikan aku RUANG...
Malam bisa memberikan segalanya....
Terserahlah... Yang penting aku suka malam..
Kenapa emang???
Posted at 5:12:59 pm by sharewithme
Permalink
Untukmu Bakal "Imam"ku yang tidak diketahui oleh siapapun, termasuk aku,
dirimu masih rahasia penciptamu....
rahasia yang ditentukan untukku,
yang perlu kusingkap dengan segunung taubat dan sujudku yang penuh kesungguhan,
hanya jembatan istikharah juga yang bisa merangkai rahasiaku ini....
Ketahuilah wahai mujahidku,
bahwa namamu tidak menjadi idamanku,
apalagi untuk menatap wajahmu,
bergetar diri ini apabila terfikirkan azab Allah,
aku justru bersyukur karena masih belum ditakdirkan pertemuan antara kita,
aku bimbang andai terjadi pertemuan itu sebelum lafaz akad darimu,
sungguh kita menempuh azab Allah.
Biarpun bertahun lamanya,
akan tetap setia kutunggu
bukan dirimu,
namun lafaz akad yang akan membimbing diri ini ke Jannah Allah.
Apa artinya perasaan kasih sayang yang bersemi untukmu, mujahidku...
andai maharnya bukan kemampuanmu untuk mendidikku menjadi mujahidah
yang mencintai DIA lebih dari segala...
Wahai kau yang ditakdirkan untukku,
Tiada yang lebih bahagia,
melainkan didikanmu yang akan membuat diri ini mencintai perjuangan menegakkan Deen ini,
berikan aku sepenuh kekuatanmu dalam mendidik iman ku agar syahid ku damba,
berikanku segalak asihmu,
agar sujudku tegar padaNya dalam memohon dikaruniakan pada kita
mujahid-mujahid yang akan menyambung perjuangan abah mereka.
Wahai kau yang ditakdirkan untukku,
seadanya diri ini sekarang,
hanyalah dalam mujahadah mentarbiyyah jiwa agar diriku bisa menjadi sayapmu menggenggam syahid.
Aku sangat ragu, andai aku gagal mendidik hati,
karena yang kuimpikan seorang pejuang untuk menyambung jihad
yang terbentang dengan melahirkan para mujahid...
Wahai kau yang ditakdirkan untukku,
dimanapun kau berada,
dan sisapapun kamu,
bersama kita mendidik hati mencintai Syahid demi Redho-Nya,
sebagai hamba yang menikmati karunia yang tidak terkira dari Rafi'ul A'la,
bersama kita bersyukur,
bersyukur dengan mencintai Dia lebih dari segala dunia dan isinya.....
Posted at 10:24:49 am by sharewithme
Permalink
"Pemerintah
kota Balikpapan
menolak untuk ikut berpartisipasi membantu korban lumpur Lapindo Jawa
Timur"
Itu yang aku
tangkap dari jawaban Pak Walikota, saat aku tanya gimana pendapatnya tentang
hasil rapat telaahan staf di provinsi yang meminta kota
Balikpapan
untuk menjadi salah satu tempat "penampungan" korban lumpur tersebut.
Alasannya...
Balikpapan
memiiki peraturan daerah yang menyebutkan Balikpapan hanya dapat menerima pendatang
yang di tugaskan bekerja di sini, sedangkan bagi Pendatang yang ingin
mencari kerja harus membayar uang jaminan, baru boleh tinggal di Balikpapan,
itu pun dalam jangka waktu tertentu, pada saat waktu yang ditentukan telah
habis masanya dan pendatang sudah dapat kerjaan yang layak, baru boleh menetap
di Balikpapan, kalo nggak "no way!!!"
"Menerima
mereka, berarti melanggar peraturan..." katanya...
Gimana
kalau mereka bayar jaminan???
"Tetep
gak boleh, menerima pendatang dalam jumlah yang banyak belum memiliki payung
hukum"... "lagi pula di sini tidak tersedia lapangan kerja sebanyak
itu untuk mereka"
"Pemerintah
Jatim menjamin kok kalo penduduk yang migrasi telah memiliki usaha sendiri,
hanya pindah temapt aja, soalnya tempatnya udah terendam gitu... istilahnya
Relokasi Industri???"
Bapak
kita tercinta menjawab "itu kan
bukan jaminan, tapi nantilah, saya akan bicarakan dulu dengan staff dan juga
dewan"
Aku
termangu, gak tau musti nanya apa lagi, Pak Walikota ada benarnya juga. Dan
yakin banget semua itu dilakukan demi menjaga kondusifnya kota
Balikpapan kita
yang tercinta ini....
Tapi
kan Pak???
Pak
Walikota sudah berlalu, aku masih melongo... terlintas di kepalaku ribuan
pengungsi korban lumpur lapindo yang sudah hampir setahun tinggal di tempat penampungan
yang hanya disekat dengan kain sarung, beralaskan tikar bambu, dan setiap
hari hanya makan mi instant...
Semoga
Allah memberikan tempat yang baik untuk mereka...
Posted at 6:28:43 pm by sharewithme
Permalink
Al-Qur'an kita punya untuk apa?
asyik mengatai orang, Al-Qur'an diri tak baca
asyik menyalahkan orang, Al-Qur'an diri tak baca
asyik mengutuk orang, Al-Qur'an diri tak baca
asyik perlecehkan orang, Al-Qur'an diri tak baca
asyik merendahkan orang, Al-Qur'an diri tak baca
asyik berceramah dan berdakwah sana-sini, Al-Qur'an diri tak baca
asyik berkuliah sana sini, Al-Qur'an diri tak baca
asyik bersajak, bercerpen, bernovel sana-sini, Al-Qur'an diri tak baca
asyik melihat televisi, menghadap komputer, Al-Qur'an diri tak baca
asyik baca buku ilmiah, majalah, tabloid, Al-Qur'an diri tak baca
asyik bicara politik, Al-Qur'an diri tak baca
asyik bekerja, Al-Qur'an diri tak baca

mengapa baca Al-Qur'an?
Al-Qur'an teman sejati
dikala kaki tak mampu berdiri
dikala tangan tak mampu mengangkat lagi
dikala lutut lenguh setiap sendi
dikala badan tak mampu kesana kemari
dikala telinga tak mampu menangkap bunyi
dikala tenggorokan tak rasa apa lagi
rumah kata pergi
kubur kata mari sini
juga buat teman dikala sendiri
dalam kubur sunyi sepi
menangis sepuas hati
menyesali diri
yang jahil dan dhaif sekali
ambillah inisiatif sendiri
untuk baiki diri
jangan hanya duduk sesali diri
melihat Al-Qur'an menyusup pergi
hanya tulisan saja yang tinggal lagi
istilah juga tidak berguna lagi
karena artinya tidak dipahami
bacalah Al-Qur'an hari ini
sebelum tak ada hari
untuk diri membaca Al-Qur'an
(mutiaraakhirkalam)
Posted at 4:55:48 pm by sharewithme
Permalink
POHON SIDRA  Pohon Sidra angin masa menerpa Pohon Sidra dan usiakupun gugur satu persatu di bawah Pohon Sidra kuhitung daun usia yang tersisa tinggal dua puluh lembar saja lagi aku termangu menatap Pohon Sidraku batangnya penuh lubang kealpaan dahannya meranggas digerus maksiat buahnya berbisul dosa akarnya tercerabut bengkalai amanah di bawah Pohon Sidra Malaikat memungut daun usiaku empat puluh lembar daun usia penuh catatan dijilid menjadi satu aku tak tahu apa yang ditulis di sampulnya entah... Kitabul Fujjar ataukah... Kitabul Abrar duhai Sang Pemilik Waktu bukalah mata Bashirahku agar tembus ke Lauhil Mahfuzh akan ku jaga daun usia yang tersisa takkan ku kotori lagi dengan debu dunia yang menipu *Catatan refleksi 42 tahun usiaku - februari 2007 (Ust. M. Rifa'i Latief Al Mandary) Aku membaca lagi puisi itu, entah untuk yang keberapa kali, aku lupa... Yang pasti, setiap kali aku membacanya, aku seolah berada dekat sekali dengan Malaikat Izrail sang pencabut nyawa... Sempat terbersit dalam benakku, mungkinkah hal yang sama juga dirasakan penulis saat menorehkan kata demi kata di atas kertas putih hingga menjadi sederet puisi? Jawabnya mungkin ya, tapi mungkin juga tidak. Aku juga tak tahu tahu itu.... Yang aku tahu, sang penulis kemudian mewariskan puisinya, untuk orang-orang terkasih yang ditinggalkannya, 2 Juni 2007 kemarin, untuk menemui sang Khalik. Warisan berharga yang akan menjadi pengingat bagi istri tercintanya Syarifah Jamilah, tiga putranya yang masih kecil, Muhammad Lisan Sidqi, Muhammad Ikhlasul Amal, Muhammad Faqihul Ilmiirhamna dan Aku... satu dari sekian ribu orang yang mengenal dan menghormati segala karyanya. Mungkin saat ini, rekan-rekanku, termasuk aku, sedang kehilangan sosok pemimpin mengingat dia adalah Komisaris Utama di Radio Dakwah tempatku bekerja. Banyak hal yang cepat atau lambat akan berubah setelah dia pergi. Aku sadar akan hal itu, tapi aku yakin Allah selalu bersamaku dan rekan-rekanku untuk terus menyebarkan dakwah sesuai dengan visi-nya dalam membangun radio ini. Dan seiring dengan gugurnya daun pohon sidraku, pohon sidra kami... Kami akan terus berjuang, melanjutkan cita-citanya yang tak sampai... Dengan atau tanpa dia... Slamat jalan Mujahid Sejati, semoga Allah menerimamu dengan penuh keridhoan... Teriring doa kami untukmu... selalu...
Posted at 11:59:42 am by sharewithme
Permalink
Ahh... Akhirnya, diary online-nya jadi juga. Seneng rasanya bisa punya diary online lagi, setelah diary online yang lama raib akibat gak pernah diisi dan gak ada yang ngunjungi.. hehee..
Diary ini pun aku bikin gara-gara ngiri lihat diary temenku, diary online-nya bagus buanget deh... penuh dengan petuah-petuah, puisi-puisi cinta, rajin di update pula. Huh kayaknya gak bakal mampu nayingin deh.. Tapi bodo-lah, aku gak peduli. Yang penting aku pengen kalian yang sempat mampir ke halaman ini tahu, halaman ini bisa jadi tempat kalian berbagi cerita tentang apa pun yang kalian anggap istimewa...
Karena sebenarnya itulah yang aku inginkan...
Posted at 5:39:06 pm by sharewithme
Permalink
|
 |
 |